Senin, 10 November 2008

cerita di pangkep

Kemarin ke pangkep, sebuah daerah yang terkenal dengan makanan khasnya yaitu ikan bakar dan sup saudara, memenuhi undangan sebuah organisasi kepemudaan di sana. Aku datang bersama empat orang teman lainnya dari makassar sebagai pembahas soal try out di acara yang diadakan di kantor bupati. hujan yang ragu-ragu menyertai perjalanan kami dari makassar ke sana. kadang-kadang deras kadang gerimis saja dan bahkan sesekali matahari berani menunjukkan diri. perjalanan kali ini terasa melelahkan bagiku walaupun jarak Makassar-Pangkep hanya ditempuh sekitar 95 menit. Mungkin ini pengaruh masuk angin, begitu pikirku,. Aku lemah, gelisah, merasa tak nyaman,kelelahan dan berujung tragis. Itu terjadi saat kami hampir memasuki Kota Maros. Aku mabuk perjalan dan memuntahkan semua isi perut pagi itu. Tentu ini bersejarah karena baru kali ini aku mengalami mabuk perjalanan. Tapi setelah kejadian bersejarah itu aku justru merasa lebih baikan dan segar.
Pukul sepuluh lewat 15 menit kami sampai di kantor yang punya halaman sangat luas itu. Tamannya sangat terawat dan cukup hijau, sangat kontras dengan pemandangan di kantor tetangga yang gersang dan tidak terawat. tidak ada aktivitas perkantoran yang tampak begitu pula dengan para pegawai kantor karena maklum kemarin itu hari minggu. Hanya ada dua orang petugas keamanan yang berjaga di lobi kantor. Tapi kantor itu terlihat sangat hidup karena ada begitu banyak orang yang berkeliaran di sana-sini, khususnya di lantai dua.
rata-rata mereka itu remaja, tampaknya siswa SMA yang ikut kegiatan try out. Kantor itu sangat besar dan luas tapi sangat tidak terawat. Aku tidak habis pikir bagaimana bisa kantor yang menjadi kebanggaan seluruh orang pangkep ini tidak memiliki kamar kecil yang memadai, kondisi WC sangat memprihatinkan bila harus menghaluskan kata menjijikkan. Itu belum termasuk lantai dan langit-langit yang mengingatkan konsep sebuah rumah tanpa penghuni, atau dihuni oleh orang malas. Ah.... aku betul-betul tidak habis pikir sampai acara try outnya berlangsung dan mataku kembali tertumbuk pada gorden kantor yang sepertinya sudah bertahun-tahun tidak diganti. Tapi satu hal yang membanggakan karena ternyata para siswa di sana sangat antusias dengan acara ini.

Tidak ada komentar: